Jumat, 02 Maret 2012

Korupsi dan Pendidikan

Lokakarya ini membahas korupsi dalam sistem pendidikan dan pengaruhnya secara
jangka panjang bagi masyarakat. Korupsi yang terjadi di bidang pendidikan akan
menurunkan kualitas ketrampilan dan daya saing di pasar kerja. Hasil dari jajak
pendapat terhadap korupsi di bidang pendidikan juga dibahas. Berdasarkan jajak
pendapat telah teridentifikasi bentuk pembayaran yang tidak resmi yang terjadi dalam
sistem pendidikan antara lain dalam bentuk penyuapan. Jajak pendapat tersebut
merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk mengurangi korupsi di bidang
pendidikan (urutan menurut efektivitasnya) :
1. Peningkatan dukungan finansial dari pemerintah.
2. Meningkatkan hukuman bagi mereka yang terlibat dalam korupsi.
3. Meningkatkan transparansi terhadap penerimaan siswa baru dan ujian di lembaga pendidikan.
4. Memperkuat pengawasan staf.
5. Meningkatkan sistem ujian (misalnya dengan menggunakan komputer, bukan tes dari ujian lisan, dijelaskan jenis biaya yang sah).
6. Melakukan kampanye anti-korupsi di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Rabu, 29 Februari 2012

Biografi Chairil Anwar

Chairil Anwar yang lahir di Medan, 26 Juli 1922 atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku) adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia.

Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah memengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus.Tidak ada banyak diketahui mengenai orang-tuanya. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.

Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.